Selasa, 27 Februari 2018

Love Story


Disebuah desa yang berlokasi di bukit cinta, terdapat seorang gadis yang sangat cantik. Parasnya yang cantik rupawan menggetarkan setiap mata lelaki. Gadis itu bernama Diandra Putri Lestari. Diandra berumur 21 tahun. Dia hidup di keluarga berkecukupan dan anak tunggal. Ayahnya bernama andre, dia seorang pemilik lahan perkenunan sayur. Bundanya bernama dira, ia ibu rumah tangga. Ayah dan bunda diandra sangat menyanyainya, karena dialah putri satu-satunya yang mereka punya. Apapun yang diminta olehnya, akan terpenuhi. Namun diandra bukanlah anak yang suka menghambur-hamburkan uang. Dia mengerti kalau mencari uang itu sangat susah.
Saat ini ia baru saja menyelesaikan kuliahnya, dia lulus dengan nilai cukup. Kemampuan belajarnya tidak mampu membuatnya menjadi lulusan terbaik. Ia sedih karena tidak bisa membanggakan kedua orang tuanya. Namun, ia tak patah semangat. Diandra dengan semangat mencari pekerjaan. Kantor demi kantor ia datangi, namun tak satupun ada yang menerimanya. Sudah 3 bulan ia dirumah membantu pekerjaan ayah bundanya. Stress karena belum dapat pekerjaan hinggap dikepalanya. Setiap malam ia memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa menghasilkan uang sendiri. Beban pikiran yang mengganggu diandra disadari oleh bundanya. Bundanya memperhatikan diandra yang sedang melamun. Bundanya mendekati diandra dan memeluknya, ia berkata “kenapa kamu di, ko melamun? Apa yang sedang kamu pikirkan di?”. Seketika diandrapun terkejut karena tiba-tiba bundanya memeluknya dan bertanya seperti itu. Lantas diandra menjawab “aku hanya kepikiran bun, aku kepikiran kenapa sampai saat ini aku belum bekerja, aku ingin menghasilkan uang sendiri bun, aku ingin membahagiakan dan membanggakan bunda dan ayah” (sambil terus memeluk bundanya). Akhirnya bundanya tahu kenapa putrinya melamun seperti tadi. Kemudian bundanya keluar menemui ayah yang sedang mengawasi para pekerjanya. Bunda bercerita tentang apa yang dipikirkan oleh putrinya. Ayahnya memahami betul perasaan putrinya itu. Setelah bunda bercerita pada ayah, ayah berpikir apa yang harus ia lakukan agar putrinya mempunyai penghasilan sendiri. Ayah berpikir dan terus berpikir. Akhirnya ayah menemukan jawabannya.
Saat makan malan diruang makan, ayah melihat diandra yang kembali melamun. Ayah dengan mencubit hidungnya, mengbangunkan diandra dari lamuannya “nak, ayah mau ngomong sama kamu, kalau kamu ikut ayah mengelola perkebunan sayur, apakah kamu mau? Nanti keuntungan kita bagi menjadi 2” tanya ayah diandra. Senyum merekah dibibir diandra dan ia menjawab “ aku mau yah, aku mau bantuin ayah mengelola perkebunan itu yah, tapi nanti ayah ajarin aku ya”. Ayah menjawab dengan senyuman.
Keesokan harinya, dengan semangat 45 diandra langsung bergegas siap-siap untuk ke kebun. Ia melihat-lihat hasil sayuran yang siap dipanen. Dia mendekati ibu-ibu yang sedang panen buah tomat. Ia melihat tomat yang ibu itu petik. Diandra kembali berjalan menyusuri lahan perkebunan. Ia mengawasi para pekerja agar bekerja dengan rajin. Capek berkeliling, dia kembali ke kantor milik ayahnya, ia laporan pada ayahnya kalau semua pekerja sudah bekerja dengan rajin. Pekerjaan itu ia lakukan kurang lebih 3 tahun. Dia sekarang menjadi pewaris dari lahan perkebunan ayahnya. Faktor usia yang mengharuskan ayahnya mewariskan lahan itu untuk dikelola oleh putrinya. Ayah dan bundanya sekarang sedang menikmati masa tua mereka.
Suatu ketika, saat umur diandra 27 tahun. Pertanyaan tentang kapan menikah sering ia dengar dari ayah dan bundanya. Diandra yang sampai saat ini belum memiliki calon pendamping dan belum kepikiran untuk menikah merasa risih dengan pertanyaan itu. 

BERSAMBUNG . . . . . 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Love Story

Disebuah desa yang berlokasi di bukit cinta, terdapat seorang gadis yang sangat cantik. Parasnya yang cantik rupawan menggetarkan setiap ...